Selasa, 25 Oktober 2011

kehidupan manusia pra sejarah

BAB I

MEMAHAMI LINGKUNGAN KEHIDUPAN MANUSIA

A.          Kehidupan Manusia Pada Masa Pra Sejarah

1.      Masa Prasejarah ( Masa Pra Aksara )
Penelitian masa prasejarah, memanfaatkan berbagai sumber – sumber sejarah yaitu sumber lisan, tulisan dan sumber benda.
  1. Sumber lisan yaitu sumber sejarah yang berasal dari para pelaku sejarah.
  2. Sumber tulisan yaitu sumber sejarah yang berasal dari bukti tulisan manusia, seperti prasasti.
  3. Sumber benda yaitu sumber sejarah yang berasal dari benda- benda peninggalan sejarah.

Masa Prasejarah adalah masa sebelum masa sejarah, yaitu masa dimana manusia belum mengenal tulisan. Masa Prasejarah disebut juga masa Pra Aksara ( NIRLEKA ).
Kehidupan manusia pada masa Prasejarah dapat dipelajari berdasar hasil budaya dan benda – benda peninggalannya. Budaya dan benda peninggalan dapat menunjukkan perbedaan kurun waktu ( masa/zaman ).
Berdasarkan jenis, teknik pembuatan dan bahan yang digunakan pada masa Prasejarah dibedakan menjadi zaman batu dan zaman logam.
a)      Zaman Batu.
Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia pada zaman batu menggunakan alat – alat yang terbuat dari batu atau serpihan batu besar. Zaman batu dibedakan menjadi tiga yaitu :
1)      Zaman Batu Tua ( Palaeolithikum )
Zaman ketika manusia masih hidup berpindah – pindah ( Nomaden ) dan menggunakan alat dari batu yang masih kasar.
2)      Zaman Batu Tengah ( Mesolithikum )
Manusia pada zaman ini, mulai hidup menetap dan menggunakan alat – alat dari batu yang mulai diasah namun belum secara sempurna. Kebudayaan yang menjadi ciri zaman batu tengah adalah Kjokkenmoddinger dan Abris Sous Roche.
Kjokkenmoddinger berasal dari bahasa Denmark yang berati sampah dapur ( kjokken = dapur dan modding = sampah ) atau timbunan kulit kerang dan siput yang sudah membatu ( menjadi fosil ). Adapun Abris Sous Roche adalah gua karang atau tembat perlindungan di bawah karang.
3)      Zaman Batu Muda ( Neolithikum )
Zaman dimana manusia telah mulai hidup menetap dan mengenal budaya bercocok tanam serta menggunakan alat dari batu yang telah diasah sempurna.
Contoh : Kapak Persegi, Kapak Lonjong
b)      Zaman Logam.
Tingkat kehidupan manusia di zaman logam lebih tinggi dari zaman batu. Pada zaman logam manusia telah mampu melebur logam ( besi & perunggu ) menjadi alat – alat yang dibutuhkan. Zaman logam dibedakan menjadi dua yaitu :
1)      Zaman Perunggu
Adalah zaman manusia telah mampu membuat peralatan dari bahan perunggu ( campuran tembaga dan timah putih ). Sifat alat – alat berbahan perunggu masih lebih keras daripada alat berbahan tembaga, namun sudah lebih halus.
Contoh : Arca perunggu, bejana perunggu, kapak corong, nekara, perhiasan perunggu dan sejenisnya.
2)      Zaman besi.
Adalah zaman manusia telah mampu melebur bijih besi dan membentuknya menjadi bermacam – macam alat untuk mendukung keperluan hidupnya.
Contoh : kapak sabit dan cangkul.

Usia benda – benda peninggalan sejarah antara lain dapat ditentukan melalui tiga cara berikut :
a)      Lapisan tanah ( stratigrafi ), menentukan usia benda peninggalan berdasarkan lapisan tanah dimana benda tersebut ditemukan.
b)      Bentuk ( tipologi ), menentukan usia benda peninggalan berdasarkan bentuknya.
c)      Kimiawi, menentukan usia benda peninggalan berdasarkan unsur – unsur kimia yang terkandung pada benda yang ditemukan.

2.      Jenis – jenis Manusia Purba di Indonesia.
  1. Meganthropus Palaeojavanicus.
Fosil Meganthropus Palaeojavanicus ditemukan oleh Ralph Von Koenindswald ( 1936 – 1041 ) di daerah Sangiran ( Surakarta ). Temuan fosil berupa rahang bawah dan rahang atas, serta gigi-gigi yang lepas.
Dinamakan Meganthropus Palaeojavanicus karena fosil ini diperkirakan berumur paling tua, yaitu 1-2 juta tahun. Meganthropus Palaeojavanicus ( mega = besar, anthropus = manusia, palaeo = tua dan javanicus = jawa )
Ciri – ciri dari Meganthropus Palaeojavanicus:
1.      Berbadan tegap dan kekar.
2.      Memiliki rahang dan geraham yang besar dan kuat.
3.      Tidak berdagu.
4.      Memiliki tonjolan tajam di bagian belakang kepala dan kening.
5.      Bertulang pipi yang tebal.
6.      Memakan jenis tumbuh – tumbuhan.

  1. Pithecanthropus
Pithecanthropus atau yang dikenal sebagai manusia yang menyerupai kera ( pithecos = kera dan anthropus = manusia ). Fosil Pithecanthropus berumur 30.000 tahun – 2 juta tahun ( menurut umur lapisan tanah/stratigrafi ).
Ciri – ciri dari Pithecanthropus:
1.      Berbadan agak tegap ( tidak setegap Meganthropus Palaeojavanicus)
2.      Memiliki tinggi badan berkisar antara 165 – 180 cm.
3.      Memiliki kening yang tebal dan agak menonjol.
4.      Berhidung lebar.
5.      Tidak berdagu.
6.      Memiliki rahang dan geraham yang besar dan cukup kuat.
Jenis – jenis Pithecantropus yang ditemukan di Indonesia.
a)      Pithecanthropus Erectus.
Fosil pertama kali ditemukan oleh Eugene Dubois ( 1891 ) di Trinil ( Disekitar sungai Bengawan Solo ).
b)      Pithecanthropus Soloensis
Fosil ditemukan ditemukan pada tahun 1931 – 1933 di Ngandong dan Sangiran ( tepi Sungai Bengawan Solo ) oleh R. Von Koeningswald dan Oppenorth.
c)      Pithecanthropus Mojokertensis / Robustus.
Fosil ditemukan ditemukan pada tahun 1936 di sebelah utara Mojokerto oleh R. Von Koeningswald.

  1. Homo
Homo adalah manusia purba paling muda dan mendekati ciri – ciri manusia modern. Menurut stratigrafinya, para ahli sejarah dan arkeologi memperkirakan bahwa usia homo berkisar antara 25.000 – 40.000 tahun.
Ciri – ciri dari Homo :
1.      Memiliki volume otak berkisar antara 1000 – 2000 cc dengan otak kecil yang telah berkembang.
2.      Memiliki tinggi badan berkisar antara 130 – 210 cm dan berat badan 30 – 150 kg.
3.      Memiliki dahi yang bulat dan tinggi.
4.      Otot kunyah, gigi dan rahang yang menyusut.
5.      Memiliki dahi yang bulat dan tinggi.
Jenis – jenis manusia purba homo yang ditemukan di Indonesia.
a)      Homo Wajakensis
Fosil Homo Wajakensis ditemukan pertama kali di Wajak, Tulunggagung, Jawa Timur oleh Van Reitschotten.
b)      Homo Soloensis
Fosil Homo Soloensis pertama kali ditemukan di Ngandong ( sekitah lembah sungai Bengawan Solo ) pada tahun 1931 – 1934 oleh Ter Haar dan Oppernorth.
c)      Homo Sapiens
Homo Sapiens adalah manusia purba generasi akhir yang di temukan di Indonesia. Homo Sapien disebut sebagai manusia cerdas, dengan perawakan hamper menyerupai manusia modern.


Tabel 1. Jenis – jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia.

Jenis Fosil
Penemu

Lokasi Penemuan

Tahun Penemuan
Homo Soloensis
Ralph Von Koeningswald
Ngandong ( sekitar lembah sungai Bengawan Solo )
1931 - 1934
Homo Wajakensis
Von Reitschotten
Wajak, Tulungagung, Jawa Timur.
1889
Pithecanthropus Mojokertensis
Ralph Von Koeningswald
Mojokerto
1936
Pithecanthropus Soloensis
Ralph Von Koeningswald dan Oppernorth
Ngandong ( sekitar lembah sungai Bengawan Solo )
1931 - 1933
Pithecanthropus Erectus
Eugene Dubois
Trinil ( Ngawi )


1980
Meganthropus Palaeojavanicus
Ralph Von Koeningswald
Sangiran ( Surakarta )

1936 – 1941


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar